Langsung ke konten utama

Menjemput Jodoh

Menjemput Jodoh 

        Memasuki umur 20an ke atas sebagai tanda bahwa kamu sudah memasuki fase dewasa. Di umur 20an biasanya sudah menyelesaikan studi S1 ataupun sudah bekerja bahkan bisa mandiri lah pokoknya. Bisa jadi juga ada yang sudah menikah atau bahkan punya anak, itulah fase setiap orang yang berbeda-beda. Tidak ada yang terlalu cepat atau terlalu lambat, semua akan tepat pada waktunya. Sebagai seorang wanita, menanti datangnya jodoh juga merupakan suatu hal yang akan datang tepat pada waktunya. Menantinya bukan berarti bahwa seorang wanita hanya berdiam diri tanpa ada persiapan sama sekali ya. Ingat lelaki yang baik juga untuk wanita yang baik, ini juga sudah dijelaskan dalam Q.S. An-Nur:26: 

     Perihal baik bukan berarti harus sempurna karena memang pada dasarnya tidak ada yang sempurna, adanya hanya saling menyempurnakan. Sering banget aku denger: 
“Perempuan mah santai aja, tinggal nunggu jodoh. Dan yang susah itu laki-laki soalnya harus mencari jodoh.” 
Sadar gak sih kalau laki-laki maupun perempuan itu harus mempersiapkan diri satu sama lain. Kalau tugasnya laki-laki mencari jodoh, berarti perempuan menjemput jodoh. Menjadikannya sebagai pendamping hidup tidak hanya sampai di hari H pernikahan, tetapi juga setelah hari H pernikahan. Dan tidak sebatas kesiapan dari segi finansial, tetapi juga siap fisik dan mental. Jadi, apa aja nih yang harus dipersiapkan oleh perempuan selama menjemput jodoh?. Berikut beberapa hal yang harus dipersiapkan ya: 
  1. Banyak mendekatkan diri sama Sang Pemilik Hati. Percaya deh ketika kamu sudah mencintai Pemilik Hati, menjalankan perintah_Nya dan menjauhi larangan_Nya, maka akan sangat mudah bagi_Nya menjadikan makhluk_Nya untuk mencintaimu. 
  2. Perbaiki niat. Jangan sampai kamu niat menikah karena sudah muak ditanya “kapan nikah?”, karena itu berarti menikahnya atas dasar tuntutan. Padahal dalam menikah itu niatnya harus diluruskan (niatnya mau ibadah dan menyempurnakan separuh agama).
  3. Banyak belajar parenting. Jangan malu dan jangan takut dibilangin kebelet nikah ya. Soalnya belajar parenting sebelum menikah itu penting banget buat kamu, ibaratnya itu sebagai bekal setelah kamu menikah. Jadi rajin-rajinlah ikut kajian tentang pernikahan baik online maupun offline. 
  4. Persiapan fisik. Jaga kesehatan terutama kesehatan organ reproduksi, pola hidup sehat dan olahraga yang teratur. Jadi, tidak hanya sebatas bagaimana merampingkan badan dan membentuk tubuh yang ideal, tetapi lebih dari itu. 
  5. Persiapan mental. Pernikahan itu tidak hanya menemani pasangan dalam keadaan suka tetapi juga membersamai dalam dukanya, menghilangkan rasa ego dalam diri. Intinya saling pengertian satu sama lain. Jadi, memang harus siap mental juga sejak dini. 
  6. Membuat visi dan misi pernikahan. Penting banget untuk dibicarakan sebelum kamu memutuskan untuk bersamanya, terkait mau dikemanakan pernikahan kamu nantinya. Misal: seorang istri harus memperjelas ke suami jika memang nantinya istri hendak berkarir. 
  7. Persiapan finansial. Finansial merupakan salah satu hal penting yang harus ada dan agak sensitif. Jadi, ketika menikah hanya dengan modal cinta itu gak cukup karena setelah menikah ada banyak yang harus dipenuhin dan gak cukup jika hanya sebatas cinta. Jika perempuan bertanya soal keuangan itu wajar banget dan jangan malah dicap sebagai perempuan matre. 
  8. Belajar menerimanya sepaket dengan keluarganya. Biasanya setelah menikah akan keliatan nih sifat aslinya, jadi sebelum memutuskan untuk bersamanya sudah harus meyakinkan dalam hati dan siap menerimanya begitu juga dengan keluarganya. 
    Itulah beberapa hal yang harus dipersiapkan dalam menjemput jodoh versiku ya, kalau ada tambahan boleh banget isi di kolom komentar.

Komentar

  1. Bagus banget. Asangat bermanfaat tulisannya

    Ditunggu karya-karya berikutnya

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berkenalan dengan Dialog Mom

Yuk Mom Berkenalan dengan "Dialog Mom " Hai mom, salam kenal dan terima kasih sudah berkenan untuk membaca tulisan ini. Tujuan dari blog ini sebagai bentuk keinginan saya untuk berbagi pengalaman dengan mom terkait pernikahan, pejuang garis dua dan merawat bonding pernikahan.  Sesuai tag line dari blog ini: Talk ; Bagaimana mom berani untuk berbicara tentang apa saja yang lagi atau pernah dihadapi selama menyandang gelar sebagai mom, baik tentang  pernikahan, pejuang garis dua dan merawat bonding pernikahan . Share ; Bagaimana kepedulian mom untuk berbagi pengalaman dengan mom lainnya tentang  pernikahan, pejuang garis dua dan merawat bonding pernikahan. Hug ; Bagaimana mom bisa saling merangkul dan menguatkan atas semua yang lagi atau pernah dialami selama memasuki bahtera rumah tangga.    Jadi, nantinya mom bisa saling bertukar pikiran melalui blog ini. Semoga dengan "dialog mom" kita bisa berbagi ilmu dan bisa bermanfaat untuk semua mom.  Salam, F...

Pacaran Islami atau Taarufan

Pacaran Islami atau Taarufan? “Mau gak jadi pacar aku? Aku ada niat serius kok, tenang aja”. Jangan sampai terhasut dengan omongan seperti itu. Coba dipikirin berapa banyak orang yang tau kalau pacaran itu gak boleh dalam Islam, tapi masih aja dijalanin. Alasannya pun beragam, ada yang sudah cocok banget, sudah bareng bertahun-tahun, dan masih banyak lagi. Orang yang serius itu gak bakalan mengajak untuk pacaran, tapi menikah. Kalau alasannya mau saling mengenal dulu ya jalannya salah, kan ada Ta’aruf yang syarat dan tata caranya pun sudah sangat jelas.  Ingat, pacaran sebelum nikah itu gak ada jaminan bakalan bahagia setelah menikah. Sadar gak sadar selama pacaran mungkin diperlihatkan semua yang baiknya, buruknya disembunyiin. Alasannya gak lain agar selalu jadi yang terbaik. Okay, jika masih mau bertahan untuk pacaran dengan alasan mau menikah dua atau tiga tahun ke depan (waktunya bisa dipakai nyicil barang gak sih, hehe). Coba dipikirin, siapa sih yang bisa pegang janji seseo...

Founder Blog Dialog Mom

Siapa sih Founder Blog Dialog Mom? Bismillah, saya Rahma yang sejak awal masuk kuliah sudah hobby menulis, tepatnya di bidang karya tulis ilmiah. Setelah menjadi pendamping hidup suami, rasanya ingin melanjutkan hobby menulis saya melalui blog ini. Tujuan lainnya juga untuk dapat berbagi dengan mom ataupun orang lain dari tulisan yang saya bagikan. Oh iya, s edikit kilas balik tentang saya yang hingga saat ini masih belajar juga ya mom. Salah satu alasan saya suka menulis karena dengan menulis jadi bisa jalan-jalan juga nih mom. hehe. Pendidikan: SD Inpres 3/77 Masago, Kecamatan Patimpeng Kabupaten Bone (2002-2008) SMP Negeri 2 Salomekko, Kecamatan Patimpeng Kabupaten Bone (2008-2011) SMA Negeri 1 Kahu, Kecamatan Kahu Kabupaten Bone (2011-2014) Pendidikan Biologi ICP Universitas Negeri Makassar (2014-2018),  sekarang sementara melanjutkan program magister di jurusan dan universitas yang sama. Pengalaman: Finalis Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional Unej Creative Competition , oleh...