Langsung ke konten utama

Pacaran Islami atau Taarufan

Pacaran Islami atau Taarufan?

“Mau gak jadi pacar aku? Aku ada niat serius kok, tenang aja”.

Jangan sampai terhasut dengan omongan seperti itu. Coba dipikirin berapa banyak orang yang tau kalau pacaran itu gak boleh dalam Islam, tapi masih aja dijalanin. Alasannya pun beragam, ada yang sudah cocok banget, sudah bareng bertahun-tahun, dan masih banyak lagi. Orang yang serius itu gak bakalan mengajak untuk pacaran, tapi menikah. Kalau alasannya mau saling mengenal dulu ya jalannya salah, kan ada Ta’aruf yang syarat dan tata caranya pun sudah sangat jelas. 
Ingat, pacaran sebelum nikah itu gak ada jaminan bakalan bahagia setelah menikah. Sadar gak sadar selama pacaran mungkin diperlihatkan semua yang baiknya, buruknya disembunyiin. Alasannya gak lain agar selalu jadi yang terbaik. Okay, jika masih mau bertahan untuk pacaran dengan alasan mau menikah dua atau tiga tahun ke depan (waktunya bisa dipakai nyicil barang gak sih, hehe). Coba dipikirin, siapa sih yang bisa pegang janji seseorang apalagi hanya sebatas omongan (rawan banget). Di sisi lain juga banyak ruginya: 
  1. Waktu. Meskipun lagi sibuk-sibuknya, misal lagi kerja tapi karena statusnya adalah pacar, pasti bakalan diselipin waktu yang mungkin saja bisa buat tugas atau pekerjaan kamu tertunda. Lumayan banget waktunya bisa dipakai untuk hal produktif. 
  2. Tenaga. Selama pacaran pasti bakalan berusaha semaksimal mungkin untuk selalu ada buat dia. Gak mengenal jarak dan waktu pasti bakalan diusahain. 
  3. Pikiran. Dikit-dikit mikirin dia, lagi ngapain ya, lagi dimana ya, lagi sama siapa ya?,. Ditambah kalau lagi ngambekan, pasti dipikirin banget tuh salahnya dimana sampai bisa marah ya? dan masih banyak lagi.
  4. Perasaan. Masih juga pacaran, sudah saling baperan. Marah/cemburu/kesal, padahal dia belum tentu jodoh kamu nantinya. Bayangin kalau ternyata selama ini kamu jagain jodoh orang. 
  5. Biaya. Yakin deh pasti takut banget kehabisan kuota/pulsa soalnya harus saling ngabarin tiap hari bahkan tiap jam, ditambah kalau ngedate pasti malu kalau gak gantian traktir satu sama lain entah itu nonton atau ngemil. Itu semua juga butuh uang transport kan. Kalau pakai duit sendiri sih gak apa-apa, tapi kalau pakai duit orangtua? Hehe.
       Btw, ini nulisnya gak sambil ngegas ya. Jadi, bacanya santai aja sambil dipikirin benar apa benarnya. Semoga dengan tulisan ini ada manfaat yang bisa diambil. Jangan lupa kalau ada tambahan, boleh isi di kolom komentar, terima kasih :).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berkenalan dengan Dialog Mom

Yuk Mom Berkenalan dengan "Dialog Mom " Hai mom, salam kenal dan terima kasih sudah berkenan untuk membaca tulisan ini. Tujuan dari blog ini sebagai bentuk keinginan saya untuk berbagi pengalaman dengan mom terkait pernikahan, pejuang garis dua dan merawat bonding pernikahan.  Sesuai tag line dari blog ini: Talk ; Bagaimana mom berani untuk berbicara tentang apa saja yang lagi atau pernah dihadapi selama menyandang gelar sebagai mom, baik tentang  pernikahan, pejuang garis dua dan merawat bonding pernikahan . Share ; Bagaimana kepedulian mom untuk berbagi pengalaman dengan mom lainnya tentang  pernikahan, pejuang garis dua dan merawat bonding pernikahan. Hug ; Bagaimana mom bisa saling merangkul dan menguatkan atas semua yang lagi atau pernah dialami selama memasuki bahtera rumah tangga.    Jadi, nantinya mom bisa saling bertukar pikiran melalui blog ini. Semoga dengan "dialog mom" kita bisa berbagi ilmu dan bisa bermanfaat untuk semua mom.  Salam, F...

Founder Blog Dialog Mom

Siapa sih Founder Blog Dialog Mom? Bismillah, saya Rahma yang sejak awal masuk kuliah sudah hobby menulis, tepatnya di bidang karya tulis ilmiah. Setelah menjadi pendamping hidup suami, rasanya ingin melanjutkan hobby menulis saya melalui blog ini. Tujuan lainnya juga untuk dapat berbagi dengan mom ataupun orang lain dari tulisan yang saya bagikan. Oh iya, s edikit kilas balik tentang saya yang hingga saat ini masih belajar juga ya mom. Salah satu alasan saya suka menulis karena dengan menulis jadi bisa jalan-jalan juga nih mom. hehe. Pendidikan: SD Inpres 3/77 Masago, Kecamatan Patimpeng Kabupaten Bone (2002-2008) SMP Negeri 2 Salomekko, Kecamatan Patimpeng Kabupaten Bone (2008-2011) SMA Negeri 1 Kahu, Kecamatan Kahu Kabupaten Bone (2011-2014) Pendidikan Biologi ICP Universitas Negeri Makassar (2014-2018),  sekarang sementara melanjutkan program magister di jurusan dan universitas yang sama. Pengalaman: Finalis Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional Unej Creative Competition , oleh...